Home Daerah

Bupati Bojonegoro Lepas 721 Mahasiswa KKN Unigoro, Dorong Pemberdayaan Kawasan Hutan Selatan Berbasis Potensi Lokal

by Media Rajawali - 14 Juli 2026, 20:52 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kemitraan strategis dengan kalangan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Hall Suyitno Universitas Bojonegoro, Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 721 mahasiswa diterjunkan dalam program pengabdian masyarakat tahun ini. Dari jumlah tersebut, 711 mahasiswa akan melaksanakan KKN Tematik Kolaboratif di 21 desa yang tersebar pada 11 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Sementara itu, 10 mahasiswa lainnya mengikuti Program KKN Internasional di Songkhla, Thailand, sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan pengabdian lintas negara.

Mengusung tema "Sustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoro", KKN tahun ini diarahkan untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan sekaligus potensi yang dimiliki kawasan hutan selatan Bojonegoro, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan menopang kehidupan masyarakat sekitar.

Beragam program kerja yang telah disiapkan mahasiswa difokuskan pada penyelesaian sejumlah isu strategis daerah. Kegiatan tersebut mencakup pelestarian kawasan hutan, penguatan sektor pertanian, penanganan dampak kekeringan, pengurangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat desa, pengembangan desa wisata, penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga optimalisasi potensi lokal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa tema KKN yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan kondisi geografis dan kebutuhan pembangunan di wilayah selatan Bojonegoro. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pelestarian lingkungan, terutama menjaga keberlangsungan kawasan hutan, sumber mata air, kualitas tanah, dan ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat pedesaan.

Baca juga:

Berikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, sumber air, tanah, dan lingkungan. Saya juga berharap potensi lokal yang dimiliki desa dapat dioptimalkan dan dipromosikan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat," ujar Setyo Wahono.

Selain aspek lingkungan, Bupati juga menyoroti besarnya potensi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital. Ia mendorong mahasiswa agar menggunakan media sosial secara produktif sebagai sarana memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

Promosi digital tersebut, menurutnya, dapat diarahkan pada pengembangan destinasi wisata, pelestarian budaya lokal, hingga pemasaran produk unggulan UMKM sehingga mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing ekonomi desa.

Lebih jauh, Bupati berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menghasilkan pelaksanaan program kerja, tetapi juga melahirkan berbagai temuan, kajian, serta rekomendasi berbasis data lapangan. Hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan selatan secara berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar sejak awal membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen lokal. Menurutnya, keberhasilan program pengabdian sangat ditentukan oleh sinergi, kolaborasi, dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra utama pembangunan.

Sebagai penanda dimulainya pengabdian masyarakat, Bupati Setyo Wahono bersama Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro secara simbolis menyematkan atribut kepada perwakilan peserta KKN Tematik Kolaboratif dan KKN Internasional.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Bojonegoro, program KKN tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kehadiran ratusan mahasiswa di berbagai desa diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, mengoptimalkan potensi lokal, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Bojonegoro.

Share :