Home Daerah

BPBD Bojonegoro Intensif Salurkan Air Bersih, Antisipasi Dampak Kemarau di Sejumlah Wilayah

by Media Rajawali - 15 Juni 2026, 20:13 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah mitigasi dampak musim kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya risiko kekeringan.

Seiring memasuki periode kemarau, BPBD Bojonegoro bergerak cepat merespons berbagai laporan terkait berkurangnya ketersediaan air bersih. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan terukur guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap aktivitas sehari-hari warga.

Berdasarkan data terbaru penanggulangan bencana BPBD Bojonegoro, bantuan air bersih telah disalurkan ke Desa Deru, Kecamatan Sumberejo, pada 2 Juni 2026. Selanjutnya, distribusi juga dilakukan ke RSUD Kepohbaru pada 10 Juni 2026 untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan dan operasional rumah sakit.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa selain melaksanakan distribusi di lokasi yang telah terjadwal, pihaknya saat ini juga tengah memproses sejumlah permohonan bantuan baru yang diajukan oleh pemerintah desa.

Baca juga:

Yaitu terdapat permintaan dari Desa Wotan Kecamatan Sumberejo dan Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho,” ujar Heru Wicaksi.

Menurutnya, setiap permohonan yang masuk akan melalui proses verifikasi guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD dalam menjaga efektivitas distribusi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

BPBD juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam memantau kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing. Pemantauan secara berkala dinilai menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih awal potensi krisis air bersih yang dapat muncul selama musim kemarau berlangsung.

Karena itu, seluruh camat dan kepala desa diimbau segera berkoordinasi dengan BPBD apabila ditemukan indikasi kelangkaan air bersih di wilayahnya. Pengajuan surat permohonan resmi secara cepat akan mempercepat proses asesmen dan penyaluran bantuan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

Langkah responsif yang dilakukan BPBD Bojonegoro tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau. Melalui koordinasi lintas wilayah dan distribusi bantuan yang berkelanjutan, diharapkan potensi dampak kekeringan dapat diminimalkan serta akses masyarakat terhadap air bersih tetap terjaga sepanjang musim kemarau tahun ini.

Share :