Home Daerah

Bojonegoro Raih Peringkat Kedua Jamsostek Award Jawa Timur 2026

by Media Rajawali - 16 September 2026, 18:56 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali mencatatkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kali ini, Bojonegoro meraih peringkat kedua dalam Jamsostek Award Provinsi Jawa Timur 2026 kategori Pemerintah Kabupaten/Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya, Rabu (16/9/2026). Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro.

Pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota, Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat pertama. Bojonegoro berada di posisi kedua, sementara Kabupaten Mojokerto meraih peringkat ketiga. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah. Jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya menyangkut kepesertaan administratif, tetapi berkaitan langsung dengan kemampuan pekerja dan keluarganya menghadapi risiko yang muncul dalam aktivitas mencari nafkah.

Dalam rangkaian Jamsostek Award 2026, penguatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Perluasan cakupan perlindungan diarahkan agar semakin banyak pekerja memperoleh akses terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal.

Pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Mereka mencakup pelaku UMKM, petani, pekerja konstruksi, pedagang, serta berbagai pekerja mandiri lainnya yang tidak menerima upah secara tetap dari pemberi kerja.

Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, pekerja dapat memperoleh perlindungan antara lain melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kedua program tersebut memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan penghasilan dan kondisi ekonomi keluarga.

Baca juga:

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dalam sambutannya menekankan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai instrumen perlindungan pekerja. Risiko yang timbul akibat pekerjaan, menurutnya, perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih berat bagi keluarga pekerja.

Tantangan perluasan perlindungan tersebut tercermin dari data yang dipaparkan dalam kegiatan. Cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur masih berada di kisaran 26,8 persen, atau sekitar 5,6 juta pekerja dari potensi 21 juta tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat jutaan pekerja yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kondisi ini sekaligus menggambarkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas akses kepesertaan hingga ke kelompok pekerja yang selama ini belum terlindungi.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, capaian peringkat kedua dalam Jamsostek Award Jawa Timur 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Prestasi tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan upaya memperluas cakupan perlindungan bagi masyarakat pekerja.

Perlindungan jaminan sosial memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar perlindungan terhadap individu pekerja. Ketika seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh keluarga, terutama apabila pekerja tersebut merupakan sumber utama pendapatan rumah tangga.

Karena itu, perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam membangun jaring pengaman sosial masyarakat. Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat pula kemampuan keluarga menghadapi risiko ekonomi yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Penghargaan Jamsostek Award 2026 dengan demikian menjadi momentum bagi Bojonegoro untuk terus memperkuat komitmen terhadap perlindungan pekerja. Tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi memastikan manfaat jaminan sosial dapat menjangkau lebih banyak pekerja, termasuk kelompok sektor informal.

Dengan perluasan kepesertaan yang konsisten dan berkelanjutan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Bagi pekerja, jaminan tersebut menjadi bentuk kepastian ketika menghadapi risiko; sementara bagi keluarga, perlindungan itu menjadi bagian dari jaring pengaman agar kehidupan ekonomi tetap dapat berjalan ketika pencari nafkah menghadapi keadaan yang tidak terduga.

Share :