- Oleh : Budi Hartono
BLORA — Stadion Seni Budaya Tirtonadi, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dipenuhi ratusan penonton yang antusias menghadiri Pentas Silaturahmi Musik Literasi: Lagu Puisi Untung Basuki, Selasa (16/6/2026) malam. Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) tersebut menjadi pembuka rangkaian tur kebudayaan yang akan digelar di 12 kota di Indonesia.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan ke lokasi acara. Pegiat seni, budayawan, akademisi, komunitas literasi, hingga masyarakat umum memadati area pertunjukan untuk menyaksikan kolaborasi sastra dan musik yang menghadirkan refleksi mendalam tentang kemanusiaan, kehidupan sosial, dan nilai-nilai budaya.
Atmosfer kebudayaan terasa kuat sejak awal pertunjukan. Sejumlah seniman lokal Blora mendapat kesempatan membuka acara dengan menampilkan karya-karya terbaik mereka sebelum panggung utama menghadirkan musikalisasi puisi karya Untung Basuki.
Nama Untung Basuki dikenal luas sebagai salah satu pelopor musikalisasi puisi di Indonesia. Konsistensinya berkarya sejak 1972 menjadikan dirinya figur penting dalam perkembangan seni sastra musikal di Tanah Air. Melalui komposisi lagu yang berpadu dengan kekuatan kata-kata puitis, karya-karyanya mampu menjembatani dunia sastra dengan masyarakat luas.
Ketika lantunan lagu puisi mulai menggema di stadion, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Bait demi bait puisi yang dibawakan dengan iringan musik mengajak penonton menyelami berbagai persoalan kehidupan, mulai dari nilai kemanusiaan, kebersamaan, hingga refleksi sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat masa kini.
Puncak acara ditandai dengan penampilan pembacaan puisi dramatik oleh D.S. Priyadi, sosok yang dikenal aktif mendokumentasikan serta melestarikan warisan intelektual penyair legendaris Indonesia, W.S. Rendra. Penampilannya menambah kedalaman artistik sekaligus memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Dalhar Muhammadun, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, jumlah pengunjung yang memadati stadion menunjukkan bahwa seni, sastra, dan budaya masih memiliki ruang yang kuat di tengah kehidupan masyarakat.
Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa. Kehadiran ratusan penonton menjadi bukti bahwa masyarakat Blora memiliki kecintaan yang besar terhadap seni dan literasi. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang pembelajaran budaya bagi berbagai generasi,” ujarnya.
Baca juga:
Dalhar menambahkan, dipilihnya Blora sebagai kota pembuka tur nasional bukan tanpa alasan. Kabupaten tersebut memiliki jejak sejarah panjang dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan nasional, sehingga dinilai tepat menjadi titik awal perjalanan budaya yang diusung Lesbumi.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan acara juga disampaikan D.S. Priyadi. Ia menilai Lesbumi berhasil menghadirkan ruang kebudayaan yang inklusif dengan mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah yang sama.
Antusiasme masyarakat malam ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa sastra dan seni tidak pernah kehilangan tempat di tengah kehidupan masyarakat. Blora merupakan titik awal yang tepat karena memiliki tradisi literasi dan kebudayaan yang kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Priyadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi panggung hiburan. Di balik setiap penampilan, terdapat misi besar untuk menjaga keberlanjutan warisan pemikiran, sastra, dan budaya Indonesia agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Respon positif juga datang dari masyarakat yang hadir. Salah satunya, Edi Purwanto, warga Blora, yang mengaku memperoleh pengalaman berbeda dibandingkan pertunjukan seni pada umumnya.
Menurut Edi, perpaduan antara musik, puisi, dan nilai-nilai budaya menghadirkan suasana yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang perenungan dan wawasan baru bagi penonton.
Sangat memuaskan. Jarang ada pertunjukan yang mampu memadukan puisi, musik, dan nilai budaya dengan begitu baik. Acara seperti ini perlu lebih sering diadakan karena memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkaya wawasan masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan Pentas Silaturahmi Musik Literasi di Blora semakin mempertegas posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas seni dan literasi yang terus berkembang. Melalui kekuatan kata, nada, dan gagasan, acara ini tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan lintas generasi.
Catatan positif dari kota pembuka ini menjadi modal berharga bagi perjalanan tur nasional Lesbumi selanjutnya. Dengan dukungan masyarakat yang tinggi, agenda kebudayaan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi, memperkuat apresiasi terhadap seni, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia di tengah dinamika zaman.