- Sumber : PEN Kodim 0813
Bojonegoro, — Kepedulian sosial kembali ditunjukkan aparat teritorial TNI di tingkat desa. Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 21/Sukosewu, Kodim 0813 Bojonegoro, memberikan bantuan kepada seorang warga lanjut usia yang menjadi korban penipuan bermodus pemberangkatan ibadah haji.
Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil Sukosewu, Kapten Infanteri Kasbolah, dengan mendatangi kediaman Sukimah (86), warga Dusun Sidomulyo, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, pada Jumat (24/4/2026). Dalam kunjungan itu, Babinsa menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako sebagai bentuk dukungan moril dan upaya meringankan beban korban.
Peristiwa yang menimpa Sukimah terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, dua pria tak dikenal mendatangi rumahnya dan mengaku mampu memberangkatkan korban ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Dalam kondisi yang tidak sepenuhnya sadar, korban mempercayai tawaran tersebut dan menyerahkan sejumlah perhiasan emas, yakni kalung seberat 20 gram dan gelang 14 gram.
Didampingi Kepala Desa Klepek, Efendi, serta Kepala Dusun Sidomulyo, Dwi Puryanto, Sukimah menuturkan kronologi kejadian dengan suara lirih. Ia mengaku tidak menyangka niatnya untuk beribadah justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Baca juga:
Kapten Inf Kasbolah menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah warga harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.
Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban Ibu Sukimah. Lebih dari itu, ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami terhadap masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kerap menyasar kelompok rentan, khususnya lansia. Tawaran yang tidak masuk akal, lanjutnya, harus disikapi dengan kehati-hatian serta dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Momen haru pun tak terelakkan saat bantuan diserahkan. Sukimah tampak meneteskan air mata, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada para prajurit yang telah hadir memberikan dukungan di tengah kesulitannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kejahatan berbasis manipulasi psikologis masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. Di sisi lain, respons cepat aparat teritorial menunjukkan pentingnya kehadiran negara hingga ke lapisan terbawah, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam membangun solidaritas sosial yang kokoh.