Home Pendidikan

1.556 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Mulai KKN SDGs di Bojonegoro, Siap Dorong Inovasi dan Pembangunan Desa

by Media Rajawali - 15 Juli 2026, 20:47 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Sebanyak 1.556 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur resmi memulai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Pemuda Berdampak Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran ribuan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pembangunan desa melalui inovasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Penerimaan peserta KKN berlangsung di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (15/7/2026), dan dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro Andik Sujarwo, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Dili Tri Wibowo, jajaran organisasi perangkat daerah, serta Rektor UPN "Veteran" Jawa Timur Akhmad Fauzi beserta sivitas akademika.

Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan ditempatkan di 62 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Melalui tema "KKN SDGs Pemuda Berdampak Tahun 2026", mereka diharapkan tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UPN "Veteran" Jawa Timur yang kembali menjadikan Bojonegoro sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, keberadaan lebih dari seribu mahasiswa merupakan modal intelektual yang sangat penting untuk memperkuat berbagai program pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa KKN seharusnya menjadi ruang pembelajaran dua arah, di mana mahasiswa tidak hanya mengabdikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menyerap pengalaman dan memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung. Dari proses tersebut diharapkan lahir rekomendasi berbasis data yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Nurul Azizah juga mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Di antaranya Program Gayatri (Gerakan Ayam Petelur Mandiri), Domba Kesejahteraan, Program Kolega, percepatan elektrifikasi bagi masyarakat yang belum menikmati akses listrik, penanganan anak tidak sekolah, hingga pendataan rumah tidak layak huni.

Adik-adik datang ke Bojonegoro untuk belajar sekaligus mengabdi. Lihat kondisi masyarakat secara langsung, dampingi program-program yang ada, berikan masukan dan rekomendasi yang membangun agar hasil KKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Nurul Azizah.

Baca juga:

Sementara itu, Rektor UPN "Veteran" Jawa Timur Akhmad Fauzi menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mengedepankan sikap rendah hati, membangun komunikasi dengan warga, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap program pengabdian.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan desanya. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan mampu menjawab persoalan riil di lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

KKN yang berhasil bukan hanya programnya terlaksana, tetapi juga mampu memberikan dampak yang dirasakan masyarakat. Jangan merasa paling tahu, karena masyarakatlah yang paling memahami kondisi desanya. Dengarkan, berkolaborasi, dan ciptakan program yang bermanfaat agar sinergi antara UPN 'Veteran' Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus terjalin dengan baik," tegas Akhmad Fauzi.

Semangat pengabdian tersebut juga tercermin dari antusiasme para peserta KKN. Salah satunya Zhunnes, mahasiswa yang mengaku baru pertama kali mengunjungi Bojonegoro. Ia mengaku terkejut melihat perkembangan daerah yang dinilainya jauh lebih maju dibandingkan dengan gambaran yang selama ini ia bayangkan.

Menurutnya, Bojonegoro tampil sebagai daerah yang modern dengan lingkungan yang bersih serta memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pengalaman awal itu semakin memotivasi dirinya bersama tim untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kelompoknya telah menyiapkan program pengelolaan sampah organik dan anorganik berbasis pemberdayaan masyarakat. Sampah organik direncanakan akan diolah menggunakan budidaya maggot sehingga menghasilkan pakan ternak maupun produk bernilai ekonomi lainnya. Adapun sampah anorganik akan dikelola melalui pembentukan bank sampah sebagai sarana daur ulang yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Pelaksanaan KKN SDGs Pemuda Berdampak Tahun 2026 di Bojonegoro menjadi gambaran kuatnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan ribuan mahasiswa sebagai agen perubahan, program ini diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga di berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro.

Share :